Posts

TAHARAH : HUKUM GHUSALAH/ AIR MUSTAKMAL

Ghusaloh ialah air yang telah digunakan untuk mengangkat hadats atau menghilangkan kotoran: naJis, baik najis hukmi ataupun naJis haqiql. Menurut pendapat Jumhur selain ulama madzhab Hanafi, hukum ghusalah adalah bersih jika tempat yang dibasuh itu bersih. Adapun menurut para fuqaha, maka ada tiga uraian terperinci sebagai berikut.   HANAFI   ghusalah naJis haqiqi dan ghusalah najis hukmi yaitu hadats.   Ghusalah najis hukmi ialah air musta'mal, IA dihukumi bersih, tetapi tidak menyucikan. Artinya, ia tidak boleh digunakan untuk berwudhu. TAPI boleh digunakan untuk menghilangkan najis haqiqi.   Tidak boleh menggunakan ghusalah kecuali untuk air minum, membersihkan tanah yang basah, memberi minum binatang, dan seumpamanya. Tetapi iika air itu telah berubah rasa, warna, ataupun bau, maka perubahan ini menunjukkan bahwa najis tersebut men- dominasi air itu.   MALIKI berpendapat jika ghusalah itu berubah rasa, warna, bau, maka ia d...

TAHARAH : UKURAN DAN NAJIS YANG DIMAAFKAN

  A. HANAFI   naJis mughallazhah yang sedikit adalah yang kurang dari satu dirham (3,17 gm), yaitu yang beratnya sama dengan 20 qirat (untuk najis yang kering).   Adapun untuk najis yang cair kadar [yang dimaafkan) adalah kadar yang tidak sampai segenggam telapak tangan. Menurut pendapat yang masyhur dalam madzhab Hanafi, menunaikan shalat dengan membawa najis yang sedikit meskipun ia dimaafkan adalah haram.     Najis mukhaffafah yang terkena pakaian dianggap sedikit jika ia tidak sampai kepada ukuran seperempat pakaian tersebut. Dan apabila yang terkena adalah badan, maka ukurannya ialah jika ia tidak sampai kadar seperempat anggota tubuh-seperti tangan dan kaki-yang terkena najis tersebut.   ANTARA YANG DIMAAFKAN -air kencing ataupun tahi kucing dan tikus yang sedikit -percikan air basuhan yang tidak jelas tempat yang mana yang terkena najis pada sesuatu wadah. - percikan air kencing yang kecil seukuran kepala jarum Tetapi ...

TAHARAH : PEMBAHAGIAN NAJIS

  HANAFI   a) Najis Mughallazhah dan Mukhaffafah   Najis mughallazhah [berat) ialah najis yang hukumnya ditetapkan melalui dalil qath'i, [dalil   Al-Qur'an dan Sunnah)   Najis-najis tersebut dimaafkan dalam shalat jika kadarnya hanya sebesar ukuran duit syiling dirham   Najis mukhaffafah [ringan) adalah najis yang hukumnya ditetapkan melalui dalil yang tidak qath'i,   Najis mukhaffafah dimaafkan dalam-shalat jika kadar yang mengenai pakaian itu sekadar seperempat saja.   b) Najis yang Padat dan Najis yang Cair   Najis yang padat ialah seperti bangkai dan tahi. Adapun najis yang cair ialah seperti air kencing, darah yang mengalir, dan air madzi.   c) Najis yang Dapat Dilihat dan Najis yang tidak Dapat Dilihat   Najis yang dapat dilihat ialah najis yang dapat dilihat dengan mata ketika ia sudah kering, seperti tahi dan darah.   Najis yang tidak dapat dilihat ialah najis yang tidak dapat...

TAHARAH : BENDA-BENDA NAJIS

  Najis terbagi kepada dua jenis,   yaitu najis haqiqi dan najis hukmi.   Dari segi bahasa,najis haqiqi ialah benda-benda yang kotor seperti darah, air kencing, dan tahi. Menurut syara', ia adalah segala kotoran yang menghalangi sahnya shalat.   Najis hukmi ialah najis yang terdapat pada beberapa bagian anggota badan yang menghalangi sahnya shalat.   Najis ini mencakup hadats kecil yang dapat dihilangkan dengan wudhu dan hadats besar (janabah) yang dapat dihilangkan dengan mandi.       NAJIS Yang disepakati oleh semua mazhab   (A) BABI   (B) DARAH (C) AIR KENCING, MUNTAH DAN TAHI MANUSIA (d) ARAK (E) NANAH   (F) AIR MADZI DAN WADI (G) DAGING BANGKAI BINATANG DARAT YANG BERDARAH MENGALIR NAJIS YANG DIPERSELISIHKAN MAZHAB   1. ANJING   HANAFI – Hanya mulut, air liur dan tahi yang najis. Badan tidak najis. Apa yang dijilat anjing basuh 7 kali   MALIKI – Badan anjing tidak najis. ...

TAHARAH : BENDA-BENDA YANG SUCI

BENDA-BENDA YANG SUCI Hukum asal dari sesuatu adalah suci selagi tidak ada bukti syara'yang menetapkan bahwa ia najis. Kecuali yang memabukkan.   Semua tumbuhan sekalipun yang beracun atau yang melalaikan seperti ganja dan pohon poppy adalah suci.   Contoh -minyak, madu, air tebu, air bunga, dan cuka adalah suci -misk adalah suci sama seperti sucinya misk [minyak kesturi dari rusa jantan), zabad [minyak kesturi dari musang jebat) dan anbar [minyak wangi yang diambil dari binatang laut) adalah suci. -Bulu binatang yang halal dimakan adalah suci, -arak yang berubah menjadi cuka juga suci. - semua binatang yang disembelih menurut syara' adalah suci. -Bangkai ikan dan belalang juga suci. -mayat manusia meskipun kafir adalah suci , ulama Hanafi mengatakan bahwa mavat oranq kafir adalah najis.       Madzhab Hanafi   Menurut pendapat ulama Hanafi, semua bagian anggota tubuh binatang yang di dalam- nya tidak ada darah mengalir; baik dalam ...

TAHARAH : AIR DALAM TELAGA JIKA TERKENA NAJIS

AIR DALAM TELAGA JIKA TERKENA NAJIS MALIKI, apabila binatang yang najis jatuh ke dalam telaga dan menyebabkan airnya berubah, maka airnya wajib dibuang semua. Jika airnya tidak berubah, maka disunnahkan membuang sekadar binatang yang jatuh dan air yang terkena olehnya. SYAFI'I DAN HAMBALI, air yang tergenang dan yang mengalir sama saja dari segi perbedaan sedikit dan banyaknya. Air yang kurang dari dua kulah menjadi najis apabila terkena najis yang berpengaruh (mu'atstsirah) meskipun tidak ada perubahan. Air yang banyak, yaitu yang mencapai ukuran dua kulah atau lebih tidak menjadi najis, kecuali jika terjadi perubahan, maka ia menjadi najis. Jika najisnya itu disebabkan perubahan dan air itu Iebih dari dua kulah, maka ia menjadi suci apabila perubahan itu hilang dengan sendirinya, atau dengan cara menambah air yang lain, atau dengan mengambil sebagiannya' Karena, najis yang timbul akibat berubahnya air itu sudah hilang. HAMBALI, Jika najis itu ...

TAHARAH : AIR SISA MINUMAN

HUKUM MENGENAI AIR SISA MINUMAN  Para ulama sependapat bahwa air sisa minuman manusia dan binatang ternak adalah suci. Tetapi, mereka berbeda pendapat mengenai air sisa minuman selain manusia dan binatang ternak. HANAFI Air sisa minuman manusia dan binatang yang halal dimakan dagingnya adalah suci, dan air sisa minuman anjing adalah najis. orang kafir yang meminum arak, maka mulutnya najis apabila ia langsung meminum air setelah meminum arak. Tetapi jika ia tidak lang-sung meminum aiR melainkan ada sela waktu untuk membasahi mulutnya denga air liurnya kemudian baru meminum air maka air itu tidak menjadi najis. makruh tanzih apabila mengutamakan air itu apabila ada air lain, yaitu air sisa minuman kucing, ayam yang diIepas, unta dan lembu yang memakan najis (yang tidak diketahui keadaannya), burung sawah atau burung Yang menyambar seperti elang dan gagak, dan binatang yang terdapat di rumah seperti ular dan tikus, selagi najis pada mulut nya tidak...